tak-iya.com – Sejak awal 2014 ini aku mulai berlari kembali, setelah lebih dari sepuluh tahun. Sebenarnya aku menyukai lari sudah lama, yaitu sejak sekolah menengah pertama (SMP).

Bahkan pernah ikut lomba 10K dengan pengalaman menggellikan. Berbekal tanpa pengalaman dan pengetahuan teknis lari, bahkan jarak 10 kilometer pun belum terbayang jauhnya seperti apa, yang penting ikutan! Bersama dengan teman-teman yang terkenal jago lari, akun pun cuek mendaftar lomba.

Jujur saja sebenarnya aku tidak kuat berlari jauh. Entah karena kakiku terlalu pendek, atau karena kakiku terlalu besar untuk ukuran lari jarak jauh. Biasanya tidak sampai satu kilometer sudah berhenti dan istirahat. Tapi bagiku yang penting ikutan saja, mumpung ada momentnya.

Ternyata lomba dimulai tengah hari yaitu jam 12.00 di Arek Lancor Pamekasan (semacam alun-alun kota). Nah kebayang panasnya hari di Madura, seperti neraka bocor kala itu. Nah benar, ternyata belum beberapa meter berlari sudah ngos-ngosan. Berlari sebentar kemudian jalan lagi, kemudian lari dan jalan lagi. Jika dihitung-hitung lebih banyak jalan daripada lari.

Namun itu yang menjadi cerita, sebagian teman-teman menyerah dan memutuskan tidak melanjutkan perlombaan dan memilih langsung pulang. Ada juga yang mengambil jalan pintas agar cepat finish. Namun aku tetap memilih untuk melanjutkan perlombaan meskipun dengan berjalan. Targetku kala itu yang penting finish.

Dan ternyata benar, 10K jauhnya minta ampun. Rutenya memang keliling kota kecil, tapi rasanya ingin muntah jika mengingat jauhnya jarak tempuh dan berlari ditengah panas hari. Kulihat di tiap persimpangan jalan dijaga polisi dengan motor besarnya untuk mengamankan jalan.

Namun sudah mendekati garis finish, polisi yang dipersimpangan tersebut membuntuti dari belakang. Awalnya aku cuek dengan keberadaan polisi dibelakang, Cuma kemudian polisi tersebut mendekat dan bilang “Ayo cepetan, kamu yang terakhir”. Dan benar saja, saat tiba di Arek Lancor, Adzan Ashar dari masjid Jami’ yang berada pas di depan alun-alun berkumandang, tanda waktu menunjukkan sekitar jam 14.30, dan sialnya ditempat finish sudah sepi. Tidak nampak para pelari lain atau bahkan panitia. Rupanya acara lombanya sudah berakhir sebelum aku finish. Dalam hati bersyukur karena tidak ada yang melihatku tiba difinish terakhir.


Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 85 bytes) in /home/sloki/user/k5777841/sites/tak-iya.com/www/wp-includes/class-wp-comment.php on line 205