tak-iya.com – Bernafas saat lari bisa dikatakan susah susah gampang. Buktinya pada saat lari, seringkali kita kehabisan nafas sehingga terengah-engah dan menghentikan langkah untuk sejenak menormalkan irama nafas. Padahal cara bernafas hanya menghirup udara sebanyak-banyaknya melewati hidung atau mulut, namun kenapa menjadi lebih sulit saat berlari? Inilah yang seringkali membuat berlari tidak bisa lebih jauh.

Salah satu tips untuk memudahkan bernafas saat lari adalah bernafas (menghirup dan mengeluarkan udara) menggunakan mulut. Hal ini akan membuat nafas lebih cepat masuk dan keluar dibandingkan bernafas menggunakan hidung. Hidung mempunyai lubang lebih kecil dan rambut yang membatasi keluar masuknya udara.

Padahal udara yang digunakan paru-paru dengan hasil pembakaran CO2, harus segera dikeluarkan. Gas CO2 jika tidak cepat dikeluarkan akan membuat asam laktat pada persendian meningkat. Padahal asam laktatlah yang membuat rasa lelah. Semakin tinggi asam laktat maka tubuh akan semakin cepat lelah.

Cobalah bernafas menggunakan mulut saat berlari, semoga bisa membuat berlari lebih jauh dan lebih cepat.

Salam Damai dari Madura.


Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 84 bytes) in /home/sloki/user/k5777841/sites/tak-iya.com/www/wp-includes/class-wp-comment.php on line 192