Bebek Sinjay

tak-iya.com – Jika dilihat dari namanya, Bebek Sinjay terdengar seperti nama dari India. Namun tahukah kalau sebenarnya Bebek Sinjay merupakan singkatan dari Sinar Jaya.

Asal muasal warung Bebek Sinjay hanyalah warung kali lima biasa yang dirintis dari nol oleh Zainal. Karena sepi pembeli, warungnya sempat berpindah-pindah tempat. Hingga akhirnya menetap di Jl. Raya Ketengan 45, Bangkalan.

Hingga saat ini bebek Sinjay berkembang tidak hanya di Bangkalan, namun juga tersedia di beberapa cabang di Surabaya, Pasuruan dan Malang.

Suasana Bebek Sinjay Madura

Saking populernya bebek Sinjay, seolah pengunjung Suramadu tidak lengkap jika tidak mampir ke bebek Sinjay.

Bahkan saat makan siang, karyawan kantoran dari Surabaya kerap menyeberang Suramadu hanya sekedar makan siang di Bebek Sinjay.

Dengan tempat yang sangat luas, warung Bebek Sinjay bisa menampung ratusan pengunjung. Sehingga tak heran jika pas waktu ramai atau liburan pengunjung bisa mengantre berjam-jam.

Jika untuk makan untuk kalangan sendiri seperti keluarga, antre lama pun tidak masalah. Namun repotnya jika membawa tamu dari luar kota, selain harus antre panjang, makanan harus disiapkan sendiri, tidak ada yang mengantar.

Bebek Sinjay

Daya tarik dari nasi Bebek Sinjay ini sendiri, selain bebeknya yang gurih, rasa sambalnya memang sangat menohok. Sambal mencit, yaitu sambal dengan cacahan mangga atau kedongdong yang asam membuat rasanya sangat khas dan membuat ketagihan.

Harga yang dipatok pun terjangkau, per porsi tak lebih dari Rp. 30.000 itu lengkap dengan minumnya.  Bebek Sinjay memang dicoba ketika ke Madura.

Letaknya tak jauh dari Suramadu. Lepas Suramadu lurus sekitar 10 Km hingga ada pertigaan besar Tangkil (mentok), kemudian belok kiri ke arah Bangkalan (Jika belok kanan ke arah Pamekasan). Sekitar 1 km dari pertigaan di kanan jalan bisa terlihat warung besar yang ramai, itulah Bebek Sinjay. Selamat mencoba.

 

LEAVE A REPLY