tak-iya.com – Kabarnya, kekayan yang dihimpun Dimas Kanjeng Taat Pribadi dari usaha penggandaan uang abal-abalnya mencapai angka Triliun. Mungkin saja benar, karena kalau dilihat pengikutnya saja tersebar nasional dengan jumlah ribuan.

Dari beberapa pengikut yang melaporkan ke polisi perihal penipuan, sudah ada yang mengaku tertipu hingga ratusan milyar, puluhan milyar, ratusan  juta, puluhan juta hingga satuan terkecil jutaan rupiah.

Dari laporan tersebut Taat Pribadi menjadi tersangka penipuan. Meskipun pada awal mulanya, kedok Dimas Kanjeng terbongkar setelah kasus pembunuhan pengawalnya yang menyeret namanya sebagai tersangka.

Sangat disayangkan perihal status tersangka tersebut. Padahal sebenarnya apa yang dilakukan Taat Pribadi tersebut seperti Robin Hood yang murtad jadi sales tukang sewa villa. Dimas Kanjeng hanya menunjukkan jalan bagi orang kaya tersesat menuju alamat palsu.

Apa salah Dimas Kanjeng ketika membantu orang kaya tersesat? Justru dengan  adanya Dimas Kanjeng kita bisa tahu, masih banyak orang tersesat di Republik Indonesia ini.  Hasil pengumpulan dana dari Dimas Kanjeng ini seharusnya  bisa dimasukkan ke dalam kas negara guna mendukung program pembangunan negara.  Para petugas pajak bisa mendeteksi para pengemplang pajak dengan menyebarkan agen Dimas Kanjeng dari ibu kota hingga pelosok daerah.

Yang bahaya sebenarnya bukan Taat Pribadi, namun pemikiran pengikutnya yang jongkok. Hari ini taat dipenjara, besok akan ada ribuan Taat Pribadi lainnya jika pemikiran terhadap kekayaan instan tersebut tidak berubah. Jadi untuk apa memenjarakan Taat Pribadi? Seharusnya Taat Pribadi diberdayakan.

Alasan yang mungkin bisa untuk memenjarakan Dimas Kanjeng hanyalah kasus pembunuhan, itupun jika terbukti bersalah.

LEAVE A REPLY